VIVIA MEDIA Dulu dia programmer yang memilih menganggur karena tak betah bekerja di balik komputer. Kini, satu undangannya bisa berharga jutaan rupiah dan dipesan ratusan buah.

Uniknya, jalan Wendy Tandy menjadi desainer undangan elite Asia justru dimulai dari sebuah salah paham di butik pernikahan Singapura.

| Baca Juga: Gaya Hidup Old School, Tren Baru Anak Muda

Dari sana, dia menemukan dunia yang tak pernah dipelajarinya. Membaca karakter seseorang lewat selera, menerjemahkannya menjadi karya, lalu membuat undangan yang bahkan tak bisa dikerjakan mesin.

Kliennya datang dari keluarga miliarder, selebritas hingga sosialita Asia. Bagaimana pria asal Medan ini bisa sampai di titik itu?

| Baca Juga: The Blind Side: Dongeng yang Ternyata Menyimpan Kisah Gelap

Dan apa yang sebenarnya membuat orang rela menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk sebuah undangan? Baca selengkapnya di VIVIA E-Magazine Volume IX.

COVER 09 SEPTEMBER (AUDREY)
COVER 09 SEPTEMBER (AUDREY)


Tags: