Desainer Asal Bogor Menang di Australia Berkat Busana dari Serat Daun Nanas
VIVIA MEDIA — Apa jadinya jika daun nanas yang biasa dibakar usai panen justru menjelma jadi seni? Laras Andriyani, desainer asal Dramaga, Bogor, membuktikan bahwa material yang paling sering dianggap sampah bisa memiliki nilai jauh lebih besar dari yang dibayangkan.
| Baca Juga: Akhir Tragis Perjalanan Dua Konten Kreator
Lewat karya bertajuk Silent Luminous (The Spirit of St. Joan of Arc), Laras berhasil menyabet gelar juara kategori Avant-Garde di Wearable Art Festival (AWAF) 2026, Australia. Dia mengalahkan peserta dari berbagai negara.
Busana bergaya zirah ini memadukan serat daun nanas, kain jacquard sisa produksi, kristal Swarovski, hingga elemen crochet, dengan proses pengerjaan yang memakan waktu 1.700 jam.
Bagaimana kisah di balik prosesnya, tantangan mengolah serat alami, hingga makna filosofis di balik sosok Joan of Arc yang menginspirasinya? Simak selengkapnya di VIVIA E-Magazine Volume IX.
